Senin, 11 April 2011

SEJARAH PENGKAJIAN BAHASA INDONESIA

Sejarah pengkajian bahasa Indonesia bertujuan menyelusuri bagaimana bahasa diungkapkan Melalui buku-buku ,istilah-istilahdan karya –karya yang menyangkut bahasa.sistem historiografi menurut Harimurti belum banyak dikenal oleh masyarakat ,metode sejara studi yang di pakai ;
 Menelusuri buku atau karya-karya itu sendiri
 Filologi atau menggunakan alat bantu
Tradisi yunani-romawi yang menjadi sumber tradisi arab tersebut berkembang di eropa lepas dari tradisi arab dan melalui ahli-ahli bahasa Belanda masuk ke Indonesia.yang cukup mengherankan kenyataan bahwa tradisi sansekerta tidak ada bekasnya sama sekali di Indonesia walaupun kita ketahui pengaruh kebudayaan hindu dan Buddha.
Perhatian kepada perkembangan studi tata bahasa sudah ada sejak kedatangan belanda minat kepada studi tata bahasa sudah saatnya dibangun kembali,sebab menurunnya minat baca dan perhatia para sarjana eropa hanya terbatas pada penyelidikan yang dilakukan oleh bangsa mereka saja,dan mereka juga tidak menghargai karya ahli bahasa pribumi.dan yang paling penting penyelidikan historiografi linguistic Indonesia merupakan sarana untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan selama ini ,sehingga dengan demikian dapat dicapai kemajuan yg cepat.
Dengan historiografi linguistic kta berusaha kita berusaha memahami perkembangan konsep-konsep ,teori,metode,peristilahan,dan gaya penyajian dalam bidang bahasa dari dulu hingga sekarang atau secara retrospektif,menelusuri konsep-konsep,teori,metode,peristilahan,dan gaya penyajian yang lazim pada satu masa ke tradisi yang mungkin menurunkannyasegala sesuatu yang menbicarakan bahasa jadilah materi bidang penelitian ini,oleh sebab itu kita tidak hanya akan menggunakan karya-karya teoritis .
Dua penelitian bahasa dan dipakai dalam historiografi linguistik yaitu metode filologis dan metode penelitian social yang konvensional.metode filologis yaitu mencari naskah dan metode penelitian social yang menggunakan metode wawancara.
Dalam historiografi linguistic kita tidak hanya menperhatikan pewarisan konsepsi-konsepsi ,melainkan juga reaksi atau’’ pembrontakan ‘’terhadap paradigma yang berlaku . Gramatika atau tata bahasa selalu berkerangkakan kelas kata. Oleh sebab itu penelusuran konsep-konsep tata bahasa pada hakekatnya merupakan penelusuran teori kelas kata.
Seperti diutarakan pada awal teori plato- aristoteles mengenai kelas kata melalui pelbagai perantara diambil alih para ahli tata bahasa arab ,salah satu yg paling berpengaruh ialah orang parsi bernama sibawaihi yg karyanya masih merupakan kerangka tata bahasa arab sampai hari ini..kerangka teori sibawaihi inilah yang diterapakan oleh Raja Ali Haji dalam bukunya bustanul katibina(penyengat 1857).karayanya yang lain kitab pengetahuan bahasa .juga memuat tata bahasa melayu;di bagian lain termuat kamus bahasa melayu monolingual.jadi kalu dalam bahasa arab ada ism,fi’il, dan harf, maka dalam bahasa melayupun ada ketiga kelas kata itu ,yang mengigatkan kita pada pembagian Aristoteles atas onomo,rhema,syndemos.
Di tanah semenanjung dikalangan guru pada awal abad 20 karya K.Sasrasoeganda kitab jang menjatakan djalan bahasa melajoe (semarang,1910)penulis dalam pengantarnya menyatakan bahwa buku itu disusun berdasarkan buku G.Van Wijk,tetapi terdapat perbedaan diantara keduanya:van wijk menbuat bukunya dengan urutan ;pengantar,lafal dan ejaan,pembagian kelas kata,kata kerja,kata benda,kata sifat,kata bilangan kata ganti,kata tambahan,kata depan,kata sambung,kata seru.sedangkan sasrasoeganda ;kalimat pokok,sebutan keterangan,tujuan,penderita dsb,jenis perkataan dalam kalimat,perkataan pekerjaan ,perkataan nama benda ,perkataan nama sifat,perkataan pengganti nama,perkataan bilangan,perkataan tambahan,perkataan pengantar ,perkataan penghubung,perkataan penyeru.
Buku sasrasoeganda memuat kata pengantar dari C.c. Coes yg menyatakan bahwa sasrasoeganda juga menggunakan buku lain,bukuyg dimaksud ialah Rempah-Rempah,spteek taal,Batavia ,(1905).di tanah semenanjung seperti dinyatakan di atas buku tata bahasa Melayu yg sangat berpengaruh pada awal abad ini ialah R.O. Winsedt malay grammar(1910),sesudah itu karya zainal abidin bin Ahmad (pelita bahasa melayu)(singapura 1940).
Masa –masa setelah tahun 1960 ditandai perbaruan wawasan tentang bahasa Indonesia salah satu usaha ke arah itu ialah karya A.M moeliono yg mengadakan klasifikasi kata yang baru .ia menbagi kelas kata dalam bahasa Indonesia atas nomina,verba dan partikel
Asal muasal konsep kelas kata sebagai titik pandang sejarah studi bahasa Indonesia .dengan dasar itu pula mudah bagi kita menandai perkembangan dan pewarisan konsepsi-konsepsi
Adapun contoh yang mendapat pengaruh dari Sibawahai yaitu Muh Zain dalam bukunya yg berjudul Djalan Bahasa Indonesia menyinggung mengenai kalimat isim dan kalimat fi’il.contoh yang kedua yan bersangkutan dengan bentuk verba pasif yang tidak mengandung prefis meN yang sudah dijelaskan oleh Verhaar .tidak usah diragukan lagi.bahwa masalah ini ada dalam jalur Hollander-wijk-sasrasoeganda-alijahbana..
Dengan meliha jalur pewarisan di atas kita dapat mengikuti perkembangan yg normal dalam sejarah pengkajian bahasa indonesia . tetapi karya Armija pane, dan Fokker yg menyusun tata bahasa tidak berdasarkan kelas kata ,melainkan dengan kerangka sintaksis yang penyelidikannya diintensifkan kembali oleh aliran transformasi 10 tahun kemudian .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar