Pada tanggal 2 Juni saya melaksanakan penelitian di pulau Barrang Lompo. Di dermaga terlihat setiap individu sibuk dalam menjalankan fungsi-fungsinya ada yang mengankut barang dari dermaga ke kapal, ada yang menurunkan barang dari kapal ke dermaga , dan ada pula yang sibuk mengatur penumpang.
Kapal Rakhmat Kurnia Ilahi merupakan kapal yang mengangkut kami menyeberang ke Barrang Lompo. Di atas kapal terlihat berbagai interaksi, baik sosial maupun individu , ada yang asik bermain HP dan ada yang bercanda ria dengan teman
Waktu menunjukkan pukul 10.59 wita kapal sampai juga di dermaga kecil. Seluruh penumpang turun dengan menbawa barang bawaan masing-masing, masyarakat menyambut dengan keceriaan dan senyum ramah mereka. Sesampai di asrama semua peserta penelitian langsung merebahkan badannya di kasur. semua merasa capek setelah menghabiskan satu jam waktu nya di kapal.
Suara adzan terdengar jelas, maklum jarak asrama dengan mesjidhanya sekitar 10 meter saja. Sebagian peserta segera menuju mesjid untuk menunaikan rukun islam kedua ini. Banyaknya jamaah yang melaksanakan shalat di mesjid menunjukkan cukup tingginya religiuitas masyarakat Barang Lompo. Ada tiga objek penelitian , pertama sistem mata pencaharian ,sistem religi serta bahasa yang ada pada masyarakat Barrang Lompo, setelah memaparkan objek penelitian dibagilah kelompok menjadi tiga kelompok besar yang masing – masing meneliti satu objek dan setelah itu diberikan kesempatan untuk meneliti sampai sore hari.
Saya ditunjuk sebagai ketua kelompok tiga dan diberikan objek bahasa untuk diteiliti. ketua RW 3 menjadi narasumber pertama namun sayang ketua RW sedang tidak berada di tempat akhirnya narasumber beralih ke bu RW. Bu RW yang bernama St. Hajerah atau yang akrab disapa deng sitti oleh masyarakat sekitar ini menberikan keterangan mengenai objek penelitian saya, menurutnya bahasa yang ada di aderah ini adalah bahasa Makassar,bugis,mandar,cina,boya(bahasa yang berasala dari pedalaman pulau di Bulukumba). yang menandakan bahwa bahasa cina ada meskipun sudah jarang didengar adalah adanya nama ance dan bonda yang merupakan salah satu sapaan orang cina. untuk melastarikan bahasa daerah, mulai SD sampai SMA diajarkan pelajaran bahasa daerah atau aksara lontaraq. Jika sesama suku mereka akan menggunakan bahasa yang sama namun ketika bertemu dengan suku yang berbeda akan menggunakan bahasa Makassar atau Indonesia. seperti misalnya mandar jika bertemu mandar akan berbahasa mandar namun jika bertemu dengan suku Makassar akan berbahasa Makassar atau Indonesia.
, semua peserta keluar untuk menikmati suasana sore di pulau ini saya dan beberapa orang teman berjalan mengelilingi pulau untuk mengenal lebih jauh mengenai aktivitas yang dilakukan masyarakat Barang Lompo pada sore hari. Tingkat kesejahteraan masyarakat Barang Lompo sangat tinggi ini sangat terlihat jelas ketika saya keliling untuk melukakan penelitian , Hampir seluruh rumah di daerah ini adalah rumah permanen dengan lantai marmer. Hasil olah pikir masyarakat yang cukup menarik adalah adanya ojek namun ojek di sini agak berbeda,. ojek di sini adalah motor dengan tempat penumpang dibelakang mirip dokar dengan tempat duduk saling berhadapan dan manpu memuat 10 orang dewasa, tarifnya sangat murah hanya seribu rupiah untuk satu kali keliling pulau.
Merasa penasaran dengan dinginnya pantai semua peserta turun ke pantai, , setiap peserta coba mengabadikan kebersamaan mereka dengan foto bersama. Kapal-kapal penangkap ikan terlihat dari kejauhan menuju dermaga, sekelompok anak kecil sedang asik mencari kerang. Cara mereka mencari kerang sangat unik yakni dengan menusukkan pisau ke pasir penasaran dengan hal itu saya mencoba,namun ternyata tidak segampang yang dilihat dan ternyata sangat sulit menemukan di mana posisi kerang dalam pasir. Setelah saya amati lebih jauh akhirnya saya mengetahui bahwa intinya dalam mencari kerang dalam pasir itu adalah menggunakan perasaan untuk merasakan jika ada kerang yang tertusuk. Setelah mencoba berkali kali akhirnya saya bisa dan mendapat dua buah kerang kecil. Menurut saya mencari kerang dengan menusukkan pisau ke pasir merupakan hasil olah pikir masyarakat Barang Lompo yang sangat cerdas sekali.
Tugas Individu
METODOLOGI PENELITIAN KEBUDAYAAN
‘’ Interaksi Mahasiswa dengan Masyarakat di Pulau Barrang Lompo,Kelurahan Ujung Tanah, Kec.Barrang Lompo, Makassar’’’
MUHCLIS ABDUH
F111 09 270
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar